canalberita.com — Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti kasus pedagang sayur di Medan, BA yang menjadi tersangka. Sahroni menyatakan padahal BA merupakan korban penusukan oleh sejumlah preman di Pasar Pringgan, Medan.
Sahroni menuturkan memang ada saling lapor antara BA dan preman berinisial BS. Meski kini kasus itu telah berakhir damai, Sahroni menekankan pentingnya pelaksanaan prosedur hukum dalam sebuah perkara. Hal ini penting demi memunculkan rasa keadilan terhadap korban tindak pidana.
“Walaupun kasusnya sudah berakhir damai, tetapi perlu diingat bahwa dalam menjalankan tugasnya, polisi harus mengedepankan prosedur yang sesuai aturan. Pedagangnya kan jelas jadi korban, lalu mengapa dia yang jadi tersangka? Setelah viral, kasusnya kemudian berakhir damai. Terus kalau enggak viral, bakal seperti apa lanjutannya?,” ujar Sahroni, Senin (1/11/2021).
Sahroni mengingatkan agar jajaran kepolisian tetap mengedepankan proses hukum atas dugaan tindak kriminal. Hal ini karena pentingnya efek jera yang ditimbulkan dari suatu proses di kepolisian.
“Memang sudah berdamai, tetapi perlu dilihat dari perspektif rasa keadilan juga. Bagaimana korban bisa merasa aman setelah kejadian ini? Apakah dia bakal ke tenang berdagang? Bagaimana tindak lanjutnya? Jangan karena damai, lalu masalahnya lewat begitu saja,” kata politikus Partai Nasdem ini.
“Polisi harus memastikan bahwa oknum-oknum penyebab ketidaktertiban itu merasa jera atas tindakannya, karena fungsi hukum adalah menimbulkan efek jera. Kalau ada masalah lalu berakhir damai, perlu dipertanyakan juga, ada atau tidak, efek jeranya?,” demikian Sahroni.
berita satu