PALANGKA RAYA,CanalBerita-Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar operasi pasar sebagai salah satu upaya menekan laju inflasi. Selainitu, operasi pasar juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
“Operasi pasar sebagai upaya responsif Pemkot Palangka Raya dalam menjaga ketersediaan pangan,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal di Palangka Raya, Kamis 19 Oktober 2023.
Samsul Rizal menjelaskan, operasi pasar penyeimbang telah dilaksanakan di beberapa lokasi padat penduduk. Produk yang dijual adalah kebutuhanpokok masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, daging ayam, daging sapi (beku), telur, gas elpiji 3 kg dan bahan pangan lainnya.
“Kami akan kembali menggelar pasar penyeimbang setiap hari Sabtu dan Minggu di lokasi Pasar Datah Manuah Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, pasar penyeimbang yang dilaksanakan oleh DPKUKMP Kota Palangka Raya tersebut bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah serta beberapa distributor dan pedagang di kota setempat.
“Pemerintah Kota Palangka Raya sangat berterima kasih kepada semua pihak, para distributor dan pelaku usaha yang ikut dalam kegiatan pasar penyeimbang. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan dengan mudah, murah dan terjangkau,”ucap Samsul.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Sahdin Hasan menjelaskan, pasar penyeimbang ini bertujuan untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di daerah setempat.
“Kegiatan pasar penyeimbang sebagai suatu upaya dan responsif Pemkot Palangka Raya dalam melaksanakan program ketersediaan pangan, lebih-lebih saat ini Kota Palangka Raya dalam situasi tanggap darurat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Dilansir dari laman web resmi BPS Provinsi Kalimantan Tengah yang dirilies pada tanggal 2 Oktober 2023 lalu, pada September 2023, gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,40.
Inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada September 2023 terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada kelompok penyediaan makanan minuman/restoran (0,77 persen), kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,66 persen) dan kelompok pendidikan (0,58 persen).
Selain itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,27 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,18 persen), kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,03 persen), dan kelompok pakaian dan alas kaki (0,02 persen).
Inflasi tahun kalender (September 2023 terhadap Desember 2022) untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 1,52 persen dan inflasi tahun ke tahun (September 2023 terhadap September 2022) sebesar 1,88 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada September 2023 antara lain beras, bensin, ketimun, kacang panjang, ikan nila, es, buncis, ikan lele, biaya pulsa ponsel, dan solar.
penulis: cnb editor: alfrid u gara