CANALBERITA.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima seekor bayi Beruang Madu dari masyarakat Kabupaten Katingan, baru-baru ini.
Dari keterangan, Abdul Karim selaku Staf Konservasi Keragaman Hayati (KKH) BKSDA Kalteng mengatakan, bayi Beruang Madu ini diperkirakan baru berusia tiga minggu dan hasil kesadaran masyarakat untuk menyerahkan ke pihaknya.
“Awalnya warga Kasongan atau Katingan melihat bayi baruang ini dikejar anjing, sehingga mereka selamatkan dan langsung menyerahkan kepada kita malam hari,” ungkap Staf KKH atau bisa disebut Keper ini saat diwawancara, Rabu 2 Februari 2022.
Dijelaskannya, saat diserahkan bayi beruang mengalami luka gigitan oleh anjir liar sehingga waktu itu harus mendapatkan perawatan oleh dokter hewan. Dan syukur sekarang sudah sembuh namun untuk mendapatkan asupan makan harus diperhatikan, sebab tidak bisa menyusu sendiri.
“Dia (bayi beruang ini,red) belum bisa menyusu sendiri jadi kami perlu perhatian lebih, dia juga belum bisa makan buah-buahan karena giginya belum tumbuh. Kita perhatikan seperti anak sendiri, contohnya saat malam hari harus dibawa pulang kerumah karena perlu dikasih susu saat dia lapar,” cetusnya.

Ia menerangkan, perhatian ini juga perlu waktu lama dan sangat telaten karena tidak semudah yang dilihat orang lainnya.
“Munglin perlu 6 sampai 7 tahun sampai pada pelepas liarannya, karena ini masih bayi dan perlu terus dilatih. Beruang adalah salah satu hewan yang dilindungi jadi kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah peduli,” cetusnya. (CNB1)